Analisis STI (Straits Times Index): Rotasi Faktor & Ketahanan Rentang

STI Singapura (proksi EWS) menunjukkan ketahanan saat volatilitas mereda, menguji pivot utama di 28.00 di tengah kekuatan logam dan rotasi faktor.
Indeks Straits Times (STI) Singapura, yang dianalisis melalui proksi EWS, menunjukkan perubahan konstruktif selama sesi 22 Januari 2026, karena volatilitas pasar mulai mengecil, yang menguntungkan investor yang sabar pada level teknis utama. Meskipun ada tekanan dari sektor energi, selera risiko yang lebih luas membaik karena pasar melewati fase rotasi faktor yang kritis.
Konteks Pasar dan Kinerja Proksi
Snapshot proksi EWS menunjukkan kenaikan +0.61%, menutup jendela teknis di 28.07 USD dibandingkan dengan pembukaan 27.97 USD. Rentang harian tetap relatif terbatas antara 27.88 dan 28.25, menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru daripada breakout arah yang agresif.
Meskipun energi bertindak sebagai penghambat signifikan untuk beta terkait komoditas (USO -2.32%), logam menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Emas (GLD +1.82%) dan Perak (SLV +3.83%) mengindikasikan bahwa meskipun sentimen risiko membaik, permintaan lindung nilai residual tetap menjadi faktor dalam aliran modal global.
Level Teknis Utama yang Harus Diamati
- Support: 27.88 diikuti oleh level/pivot psikologis 28.00.
- Resistance: 28.25 diikuti oleh level regional 28.10.
- Batas Invalasi: Penembusan di atas 28.30 atau di bawah 27.83 akan menandakan perubahan rezim.
Jendela Likuiditas dan Dinamika Sesi
Sesi ini ditandai dengan tingkat kepercayaan yang bervariasi di seluruh pusat perdagangan global. Penutupan pasar Asia meninggalkan nada “tunggu Eropa”, di mana para partisipan bersedia menahan risiko yang ada tetapi kekurangan keyakinan untuk menambah secara agresif. Pagi di London memberikan likuiditas nyata pertama untuk memvalidasi kenaikan tersebut, meskipun level resistance dihormati dengan ketat.
Baru pada pembukaan New York, likuiditas kas memperluas partisipasi, memungkinkan tindak lanjut yang lebih baik di kantong-kantong indeks beta yang lebih tinggi. Ini menegaskan bahwa agar STI mempertahankan trajektori saat ini, diperlukan perluasan breadth pasar di luar bobot sumber daya yang besar.
Matriks Skenario Strategis
Skenario dasar kami (probabilitas 57%) menunjukkan STI akan mempertahankan rentang saat ini dan mencoba kenaikan bertahap, asalkan volatilitas tetap tertekan. Breakout ke atas (probabilitas 30%) memerlukan penerimaan berkelanjutan di atas 28.25, menargetkan 28.30. Sebaliknya, penembusan ke bawah di bawah 27.88 (probabilitas 13%) kemungkinan akan memicu pergerakan menuju 27.83, di mana tesis bullish akan tidak valid.
Strategi Eksekusi Taktis
Dalam lingkungan “pasar yang lebih tenang” saat ini, disiplin taktis sangat penting. Setup berkualitas tertinggi melibatkan titik invalidasi eksplisit di dekat pivot 28.00. Trader dapat mencari entri long pullback di dekat 28.05 dengan stop di bawah 27.82, menargetkan pergerakan menuju 28.30 dalam horizon 1-3 hari.
Bacaan Terkait: Analisis Straits Times Index (STI): Harga Ulang Risiko Kebijakan Melanda Singapura
Frequently Asked Questions
Related Stories

EU50 Menavigasi Kisaran Ketat Ditengah Risiko Geopolitik & Perhatikan CPI
Indeks EU50 menutup minggu dengan konsolidasi di sekitar level 6.131, berjuang melawan ketegangan geopolitik dan mengantisipasi data ekonomi penting.

HK50: Konsolidasi di Tengah Ketegangan Geopolitik & Risiko Inflasi
Indeks HK50 menghadapi minggu konsolidasi di sekitar level 26.400, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang berlanjut, data IHK AS mendatang, dan dinamika suku bunga global.

Straits Times Index Menavigasi Ketegangan Geopolitik & Volatilitas 5.025
Straits Times Index (STI) mengakhiri minggu dengan pergulatan risiko geopolitik dan level teknikal penting. Analisis ini membahas pendorong pasar dan skenario utama untuk minggu depan.

SA All Share (SAALL) Hadapi Geopolitik & Konsolidasi Sekitar 7.750
Edisi akhir pekan ini membahas pendorong utama dan level teknikal untuk Indeks SA All Share (SAALL), menyoroti bagaimana dinamika suku bunga global dan ketegangan geopolitik memengaruhinya.
