USD/CNH: Yuan Tangguh di Tengah PDB Tiongkok & Likuiditas Liburan

USD/CNH stabil saat Tiongkok mencapai target PDB 2025, diimbangi oleh premi risiko global yang meningkat dan likuiditas tipis Hari MLK.
Yuan offshore (CNH) menunjukkan ketahanan yang signifikan selama sesi London hari Senin, didukung oleh keberhasilan Tiongkok mencapai target pertumbuhan PDB 2025-nya. Sementara pasar AS tetap tutup untuk Hari Martin Luther King Jr., pasangan USD/CNH menavigasi lanskap kompleks meredanya kekhawatiran pertumbuhan domestik di tengah kenaikan premi risiko politik global yang terkait dengan potensi eskalasi tarif di Eropa.
Pendorong Pasar: Pertumbuhan Tiongkok vs. Premi Risiko Global
Katalis utama untuk kinerja yuan yang stabil adalah data terbaru yang mengonfirmasi bahwa PDB Tiongkok tahun 2025 mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan. Ini telah memberikan bantalan yang diperlukan untuk sentimen Asia-Pasifik, bahkan ketika volatilitas yang didorong oleh berita utama memengaruhi pasangan mata uang lainnya. Namun, kenaikan tetap terbatas oleh peningkatan premi risiko politik yang lebih luas menyusul berita utama mengenai risiko eskalasi tarif AS yang melibatkan Eropa dan Greenland.
Likuiditas Libur dan Mean Reversion
Dengan pasar tunai AS tutup untuk Hari MLK, aksi harga teknis telah bergeser ke arah mean reversion. Tanpa partisipasi Wall Street, pasar rentan terhadap stop-runs di sekitar level yang sudah dikenal. Pada pagi hari London, spot USD/CNH berada di sekitar 6.9568, bergerak dalam kisaran yang ditentukan dari 6.9446 hingga 6.9702. Trader diperingatkan bahwa kondisi tipis dapat memperbesar pergerakan tanpa selalu menandakan perubahan rezim fundamental.
Level Teknis dan Playbook Taktis
Untuk sisa sesi, bias taktis tetap "level-first" daripada mengejar momentum. Market maker mengandalkan zona support dan resistance yang sudah mapan sambil menunggu kembalinya kedalaman pasar penuh pada hari Selasa.
- Pivot Kritis: 6.9574. Mengklaim kembali atau kehilangan level ini kemungkinan akan membedakan kebisingan intraday dari tindak lanjut yang sebenarnya.
- Support Langsung: 6.9446 diikuti oleh level 6.9350 yang lebih dalam.
- Resistensi Atas: 6.9702 dan 6.9800.
Skenario kasus dasar menunjukkan trading dalam kisaran antara 6.9446 dan 6.9702, karena fokus bergeser ke keputusan China Loan Prime Rate (LPR) yang akan datang dan data IHK Inggris yang dijadwalkan besok.
Transmisi Lintas Aset
Impulsa FX saat ini terutama didorong oleh premi risiko daripada pergeseran spread suku bunga. Sementara imbal hasil AS tetap stagnan karena liburan, DXY melayang di sekitar 98.915. Mata uang pro-siklikal seperti AUD dan NZD telah menemukan sedikit dukungan dari data Tiongkok, meskipun mereka tetap sensitif terhadap retorika perdagangan global.
- Catatan Pasar NZD/USD: Ketahanan FX Beta-Tinggi di Tengah Data PDB Tiongkok
- Prospek Pasar Global: Jangkar Inflasi, PMI, dan Tren PDB Tiongkok
- Pratinjau PDB Q4 Tiongkok: Moderasi Pertumbuhan dan Pivot Konsumsi dalam Fokus
- Analisis USD/CNH: Yuan Offshore Stabil karena Sinyal Kebijakan Mendominasi
Frequently Asked Questions
Related Stories

NZD/CAD: Menavigasi Pivot 0.82000 dengan Presisi Taktis
Trader NZD/CAD mengamati level pivot 0.82000 saat sesi London dan New York berlangsung, berfokus pada strategi rentang kecuali muncul penerimaan jelas di luar batas kunci.

NZD/JPY: Melintasi Pivot 94.000 di Tengah Perdagangan Taktis
Trader NZD/JPY fokus pada pivot 94.000 sebagai garis rezim kritis, dengan strategi perdagangan taktis menekankan kualitas retest dan pembatalan disipliner di tengah sinyal makro yang beragam.

CAD/JPY: Perdagangan Terkelola Risiko Sekitar Pivot 114.500
Trader CAD/JPY harus fokus pada entri terkelola risiko di sekitar pivot 114.500, menghindari carry trade paksa dalam lingkungan risk-off. Pasar menunjukkan mikrostruktur bernuansa, menekankan…

AUD/NZD: Kualitas Retest Tentukan Arah di Sekitar Pivot 1.16500
Analisis AUD/NZD hari ini fokus pada kualitas retest di sekitar pivot 1.16500. Trader harus mengantisipasi dinamika dalam rentang harga kecuali katalis jelas muncul, dengan penekanan pada…
