Skip to main content
FXPremiere Markets
Sinyal
Bonds

Review Pasar Obligasi: Yield US 30Y Bertahan dI 4.87%, Permintaan Premium Jangka Panjang

Sarah JohnsonJan 31, 2026, 12:56 UTCUpdated Feb 1, 2026, 22:24 UTC4 min read
Close-up of US Treasury yield charts and financial data

Analisis akhir pekan terhadap yield obligasi pemerintah global, berfokus pada kemiringan kurva Treasury AS dan premi jangka panjang yang persisten pada obligasi jangka panjang.

Sesi perdagangan terakhir Januari 2026 ditutup dengan divergensi nyata di seluruh kurva Treasury AS, karena suku bunga jangka pendek tetap berlabuh oleh ekspektasi bank sentral sementara yield jangka panjang menahan premi jangka panjang yang signifikan. Pada penutupan Jumat, 30 Januari, yield riil US 10Y berakhir pada 4,241%, mencerminkan pasar yang terjebak antara kebijakan restriktif dan kekhawatiran pasokan struktural.

Gambaran Umum Yield Obligasi Pemerintah Global

Menyusul penutupan New York, data harga langsung US10Y menunjukkan kisaran sempit antara 4,226% dan 4,265%. Sementara itu, yield US 2Y sedikit turun menjadi 3,527%, memperlebar kemiringan 2s10s menjadi sekitar 0,714 pp. Peningkatan ini menunjukkan bahwa meskipun pasar secara aktif memperhitungkan penurunan suku bunga di masa depan, investor menuntut kompensasi yang lebih tinggi untuk memegang utang jangka panjang di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di Eropa, Bund Jerman 10Y ditutup pada 2,8446%, menunjukkan peningkatan moderat, sementara Gilt Inggris 10Y berakhir pada 4,525%. Pergerakan ini menyoroti tren global di mana fluktuasi suku bunga langsung US10Y terus bertindak sebagai jangkar utama untuk harga pendapatan tetap internasional. Dengan memantau grafik langsung US10Y, para trader dapat mengamati bahwa spread 10s30s tetap menjadi barometer kritis untuk risiko fiskal dan sisi pasokan.

Level Teknis dan Analisis Realtime US10Y

Pengaturan grafik langsung US10Y mengarah ke pivot sentral di 4,245%, titik tengah dari kisaran yang bergejolak pada Jumat. Jika yield mendorong di atas resistensi 4,265%, kita mungkin melihat pengetatan lebih lanjut dalam valuasi ekuitas karena pasar menyesuaikan diri dengan rezim premi jangka panjang yang lebih tinggi dan lebih lama. Sebaliknya, pergerakan di bawah 4,226% pada grafik langsung US10Y akan menandakan kembalinya permintaan durasi, berpotensi bertepatan dengan Dolar AS (DXY) yang melemah, yang mengakhiri minggu dengan kuat di 96,99.

Bagi mereka yang melacak ujung kurva yang panjang, harga langsung US30Y di 4,872% tetap yang paling sensitif terhadap pergeseran ekspektasi inflasi. Grafik langsung US30Y mencerminkan pasar yang tidak lagi bersedia memperlakukan durasi sebagai lindung nilai "murah", terutama dengan harga Minyak Mentah WTI berkisar di dekat $65,21 dan menjaga tingkat impas tetap tinggi.

Pendorong Makro dan Risiko Akhir Pekan

Penentuan posisi menjelang minggu The Fed mendatang tetap menjadi tema dominan. Likuiditas di pasar realtime US30Y sering menipis selama akhir pekan, membuat pembukaan Asia pada Senin sangat rentan terhadap pergerakan gap jika berita utama geopolitik bergeser. Suku bunga langsung US30Y juga dipengaruhi oleh sesi Jepang, di mana harga JGB superlong telah menjadi indikator utama untuk selera durasi global.

Saat kita memasuki Februari, grafik langsung US30Y akan sangat penting untuk menilai apakah pergerakan premi jangka panjang saat ini dapat mempertahankan uji level psikologis 5,00%. Strategi kredit saat ini dibentuk oleh konfigurasi "kebijakan restriktif" ini, yang terus mengisyaratkan bahwa pasokan dan geopolitik adalah pendorong utama batas bawah yield obligasi jangka panjang.


📱 GABUNG SALURAN TELEGRAM SINYAL TRADING KAMI SEKARANG Gabung Telegram
📈 BUKA AKUN FOREX ATAU KRIPTO SEKARANG Buka Akun

Frequently Asked Questions

Related Analysis